eLawyer Club - blog/{slug}

Blog

Blog

Edy Maryatama Lubis : Kita Hargai Kinerja Kepolisian Meskipun Belum Maksimal Tangkap Semua Tersangka

Penulis : AdminElawyer pada 2018-11-21 06:08:34 Edy Maryatama Lubis : Kita Hargai Kinerja Kepolisian Meskipun Belum Maksimal Tangkap Semua Tersangka

Jakarta, Akhirnya dua dari pelaku pengeroyokan di depan Diskotik Bandara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat berhasil ditangkap di Bangka Belitung (Babel). Pelarian diduga pelaku pengroyokan yang terjadi di Diskotik Bandara pada 17/10/18 yang mengakibatkan 1 korban meninggal di TKP, 1 lagi di rumah sakit serta 4 lainya mengalami luka parah.

Pelaku sekitar satu bulan kabur, Polisi akhirnya menghentikan pelarian dua orang diduga pelaku pengeroyokan.

"Pengacara korban pengereroyokan, KRT. DR. Ir Edy M Lubis Adipuro, SH.MM.MH menyesalkan atas kerja kepolisian, sekitar 1 bulan polisi belum menangkap semua para tersangka atas penyeroyokan Klien kami. Kita hargai kinerja kepolisian yang pada akhirnya menangkap 2 pelaku, Fengki dan Julius di Babel yang beredar di media dengan waktu yang cukup lama, ini PR (Pekerjaan Rumah) buat kepolisian agar lebih maksimal dalam menangani kasus Klien kami yang menelan 2 korban jiwa atas keributan waktu itu, 17/10/18 ."ungkapnya.

 

"Dijelaskan oleh Kuasa Hukum dari Korban, Edy M.L, bahwa yang merancang pertikaian ini terjadi masih bebas dan belum ditangkap bahkan cendrung "dilindungi" diantaranya security yang mengundang saudara Jaelani untuk bertemu dengan manager diskotik yakni saudara Dani dan manager yg mengorder minuman buat Jaenali Cs masih tidak ditahan. Padahal puncak dari keributan ini terjadi berawal dari keinginan manager diskotik ingin menggantikan kubu keamanan yang selama ini dipegang pelaku pengeroyokan (Kupang Cs).

"Ungkapnya kembali.

 

"Klien saya yakin betul Dani ikut terlibat dan manager yang menerima kami sebagai tamu adalah otak dan dalang keributan ini.

Jadi seharusnya mereka ditangkap dan diintrogasi untuk apa saudara Jaelani dipanggil dan mengapa mereka tidak bertanggung jawab atas apa yang menimpa Jaelani cs.

Kita dapat melihat 2 orang tewas dan 4 lainnya luka parah, pihak diskotik melalui salah salah satu Ormas (Organisasi Masyarakat) memberikan santunan yang tidak sebanding untuk biaya perobatan 4 korban luka dan biaya pemakaman 2 korban meninggal. Miris kita melihatnya, dimana rasa kemanusian  dan hati nurani pihak bandara terdahap klien kami yang hingga saat ini masih dalam pengobatan berjalan, serta harus menanggung beban keluarganya." pungkas Mario nama panggilan pengacara Jaelani (19/11/18).